PROSEDUR BERACARA PIDANA
MEJA PERTAMA
- Menerima
berkas perkara pidana, lengkap dengan surat dakwaannya dan surat-surat
yang berhubungan dengan perkara tersebut. Terhadap perkara yang
terdakwanya ditahan dan masa tahanan hampir berakhir, petugas segera
melaporkan kepada Ketua Pengadilan.
- Berkas perkara dimaksud di
atas meliputi pula barang¬-barang bukti yang akan diajukan oleh Jaksa
Penuntut Umum, baik yang sudah dilampirkan dalam berkas perkara maupun
yang kemudian diajukan ke depan persidangan. Barang-barang bukti
tersebut didaftarkan dalam register barang bukti.
- Bagian
penerimaan perkara memeriksa kelengkapan berkas. Kelengkapan dan
kekurangan berkas dimaksud diberitahukan kepada Panitera Muda Pidana.
- Dalam
hal berkas perkara dimaksud belum lengkap, Panitera Muda Pidana meminta
kepada Kejaksaan untuk melengkapi berkas dimaksud sebelum diregister.
- Pendaftaran
perkara pidana biasa dalam register induk, dilaksanakan dengan mencatat
nomor perkara sesuai dengan urutan dalam buku register tersebut.
- Pendaftaran perkara pidana singkat, dilakukan setelah Hakim melaksanakan sidang pertama.
- Pendaftaran perkara tindak pidana ringan dan lalu lintas dilakukan setelah perkara itu diputus oleh pengadilan.
- Petugas
buku register harus mencatat dengan cermat dalam register terkait,
semua kegiatan yang berkenaan dengan perkara dan pelaksanaan putusan ke
dalam register induk yang bersangkutan.
- Pelaksanaan tugas pada Meja Pertama, dilakukan oleh Panitera Muda Pidana dan berada langsung dibawah koordinasi Wakil Panitera.
MEJA KEDUA
- Menerima pernyataan banding, kasasi, peninjauan kembali dan grasi/ remisi.
- Menerima dan memberikan tanda terima atas:
- Memori banding;
- Kontra memori banding;
- Memori kasasi;
- Kontra memori kasasi;
- Alasan peninjauan kembali;
- Jawaban/tanggapan peninjauan kembali;
- Permohonan grasi/remisi;
- Penangguhan pelaksanaan putusan.
Pemeriksaan Perkara Pidana dengan Acara Biasa
- Penunjukan
hakim atau majelis hakim dilakukan oleh KPN setelah Panitera
mencatatnya di dalam buku register perkara seterus¬nya diserahkan kepada
Ketua Pengadilan Negeri untuk menetapkan Hakim/ Majelis yang
menyidangkan perkara tersebut.
- Ketua Pengadilan Negeri dapat
mendelegasikan pembagian perkara kepada Wakil Ketua terutama pada
Pengadilan Negeri yang jumlah perkaranya banyak.
- Pembagian
perkara kepada Majelis/ Hakim secara merata dan terhadap perkara yang
menarik pehatian masyarakat, Ketua Majelisnya KPN sendiri atau majelis
khusus.
- Sebelum berkas diajukan ke muka persidangan, Ketua Majelis dan anggotanya mempelajari terlebih dahulu berkas perkara.
- Sebelum
perkara disidangkan, Majelis terlebih dahulu mempelajari berkas
perkara, untuk mengetahui apakah surat dakwaan telah memenuhi-syarat
formil dan materil.
- Syarat formil: nama, tempat lahir, umur atau
tanggal lahir, tempat tinggal, pekerjaan terdakwa, jenis kelamin,
kebangsaan dan agama.
- Syarat-syarat materiil:
- Waktu dan tempat tindak pidana dilakukan (tempus delicti dan locus delicti);
- Perbuatan yang didakwakan harus jelas di¬rumuskan unsur-unsurnya;
- Hal-hal yang menyertai perbuatan-perbuatan pidana itu yang dapat menimbulkan masalah yang memberatkan dan meringankan.